Kamis, 18 Mei 2017

Kisah Sukses Pengrajin Rotan Babel, Raup Keuntungan Hingga Rp 100 Juta


           

radarbangka ~Keinginan kuat untuk memanfaatkan rotan membawanya hingga ke Pulau Jawa. Bukan untuk membuka usaha melainkan hanya sekedar kursus. Namun, jerih payah tersebut kini seakan terbayar sudah. Selain memperoleh keuntungan yang fantastis, ia juga mampu mempekerjakan pekerja lainnya.

                JEMARINYA tampak lihai merakit bilahan-bilahan rotan yang sudah ditipiskan. Dengan peralatan sederhana seperti palu dan pisau khusus, tidak butuh waktu lama bagi pria ini. Rotan yang sebelumnya terlihat sederhana, kini menjadi barang berharga dan bernilai rupiah. Kemarin (24/4), ia merakit sebuah kursi.
                Herman, pemilik Putra Bangka Rotan mengaku jika keahliannya tidak ia peroleh begitu saja. Melainkan dari kursus di Pulau Jawa. Selesai kursus, ia lantas mempraktekkan ilmunya tersebut dengan membuka usaha. "Rotan di pulau Bangka ini kuat dan tahan lama. Makanya sayang jika tidak dimanfaatkan," ucapnya mengawali cerita.
                Sembari terus merakit kursi, Herman menjelaskan jika usahanya dari waktu ke waktu terus berkembang. Bahkan kini ia mengaku sudah mempekerjakan lima orang pegawai untuk membantunya menyelesaikan banyak pesanan. "Apalagi pas moment mendekati lebaran," katanya. Saat lebaran lanjutnya, pihaknya harus bekerja keras untuk memenuhi permintaan konsumen. Bahkan harus bekerja sampai malam. Pihaknya pun mampu menjual hingga 120 sheet produk rotan perbulanya. Dari sana keuntungan yang diperoleh fantastis yakni mencapai Rp 100 juta rupiah. "Biasanya kalau mendekati lebaran kita sudah banyak stok barang dari sekarang. Seharinya bisa keluar 15 sheet barang ," jelasnya.
                Selain menghasilkan berbagai jenis kursi seperti kursi goyang, kursi teras, santai dan kursi sofa. PB Rotan kata Herman jua bisa menghasilkan meja makan, tudung saji, keranjang, mainan anak -anak dan lainnya. "Harga yang kita tawarkan murah lantaran bahan baku kita ambil dari petani asli Babel," ucapnya. Ia mencontohkan, untuk kursi dijual per sheetnya lengkap dengan meja dengan kisaran harga mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 7 jutaan. "Tergantung dari model dan motif yang dinginkan pembeli," tutur Herman.
                Selain menjual hasil kerajinan yang dibuat sendiri, PB Rotan juga melayani servis segala macam peralatan rumahan yang terbuat dari rotan. Meski demikian, bak air laut yang ada pasang dan surut. Herman tidak memungkiri jika ada saat-saat dimiana usahanya mengalami penurunan omset. "Sekarang kita sepi. Kadang sehari-harinya tidak satupun barang kerajinannya laku terjual. Mengingat perekonomian di Bangka Belitung anjlok, berpengaruh besar di kerajinan kita menurunnya hingga 90 persen dari tahun sebelumnya," ucapnya.
                Herman mengharapkan, turun drastisnya pembelian para pengusaha kecil menengah ini, agar dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Sebab, selain PB Rotan, masih banyak lagi pengusaha-pengusaha kerajinan lainnya yang menggantungkan hidup di bidang ini. "Untungnya barang yang kita jual tidak busuk, bagi pemerintah ada sedikit perhatian lah. Bagaimana solusi yang harus diambil menghadapi perekonomian di Bangka Belitung," harapnya.(**)

Tidak ada komentar:
Write komentar