radarbangka ~Keinginan kuat untuk memanfaatkan rotan membawanya
hingga ke Pulau Jawa. Bukan untuk membuka usaha melainkan hanya sekedar kursus.
Namun, jerih payah tersebut kini seakan terbayar sudah. Selain memperoleh
keuntungan yang fantastis, ia juga mampu mempekerjakan pekerja lainnya.
JEMARINYA
tampak lihai merakit bilahan-bilahan rotan yang sudah ditipiskan. Dengan
peralatan sederhana seperti palu dan pisau khusus, tidak butuh waktu lama bagi
pria ini. Rotan yang sebelumnya terlihat sederhana, kini menjadi barang
berharga dan bernilai rupiah. Kemarin (24/4), ia merakit sebuah kursi.
Herman,
pemilik Putra Bangka Rotan mengaku jika keahliannya tidak ia peroleh begitu
saja. Melainkan dari kursus di Pulau Jawa. Selesai kursus, ia lantas
mempraktekkan ilmunya tersebut dengan membuka usaha. "Rotan di pulau
Bangka ini kuat dan tahan lama. Makanya sayang jika tidak dimanfaatkan,"
ucapnya mengawali cerita.
Sembari
terus merakit kursi, Herman menjelaskan jika usahanya dari waktu ke waktu terus
berkembang. Bahkan kini ia mengaku sudah mempekerjakan lima orang pegawai untuk
membantunya menyelesaikan banyak pesanan. "Apalagi pas moment mendekati
lebaran," katanya. Saat lebaran lanjutnya, pihaknya harus bekerja keras
untuk memenuhi permintaan konsumen. Bahkan harus bekerja sampai malam. Pihaknya
pun mampu menjual hingga 120 sheet produk rotan perbulanya. Dari sana
keuntungan yang diperoleh fantastis yakni mencapai Rp 100 juta rupiah.
"Biasanya kalau mendekati lebaran kita sudah banyak stok barang dari
sekarang. Seharinya bisa keluar 15 sheet barang ," jelasnya.
Selain
menghasilkan berbagai jenis kursi seperti kursi goyang, kursi teras, santai dan
kursi sofa. PB Rotan kata Herman jua bisa menghasilkan meja makan, tudung saji,
keranjang, mainan anak -anak dan lainnya. "Harga yang kita tawarkan murah
lantaran bahan baku kita ambil dari petani asli Babel," ucapnya. Ia
mencontohkan, untuk kursi dijual per sheetnya lengkap dengan meja dengan
kisaran harga mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 7 jutaan. "Tergantung dari
model dan motif yang dinginkan pembeli," tutur Herman.
Selain
menjual hasil kerajinan yang dibuat sendiri, PB Rotan juga melayani servis
segala macam peralatan rumahan yang terbuat dari rotan. Meski demikian, bak air
laut yang ada pasang dan surut. Herman tidak memungkiri jika ada saat-saat
dimiana usahanya mengalami penurunan omset. "Sekarang kita sepi. Kadang
sehari-harinya tidak satupun barang kerajinannya laku terjual. Mengingat
perekonomian di Bangka Belitung anjlok, berpengaruh besar di kerajinan kita
menurunnya hingga 90 persen dari tahun sebelumnya," ucapnya.
Herman
mengharapkan, turun drastisnya pembelian para pengusaha kecil menengah ini,
agar dapat menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Bangka Belitung. Sebab, selain
PB Rotan, masih banyak lagi pengusaha-pengusaha kerajinan lainnya yang
menggantungkan hidup di bidang ini. "Untungnya barang yang kita jual tidak
busuk, bagi pemerintah ada sedikit perhatian lah. Bagaimana solusi yang harus
diambil menghadapi perekonomian di Bangka Belitung," harapnya.(**)

Tidak ada komentar:
Write komentar