GoBetawi.com - Dari Bekasi, Jawa Barat, kue akar kelapa, kembang goyang,
dan dodol betawi itu menyebar ke penjuru Nusantara. Penganan kebanggaan warga
Betawi itu bisa dinikmati hingga ke kota-kota di Pulau Sumatra, Jawa Timur,
serta berbagai daerah di Indonesia lainnya.
Warung Mpok Nini yang dirintis satu
dekade sebelumnya dengan menjajakan nasi uduk dan aneka kue Betawi itu, pada
2011, memasuki medan perdagangan lintas wilayah melalui medium internet,
berkolaborasi dengan perusahaan jasa antar barang.
Kini, bahkan penjualan melalui online
serta kemitraan dengan pesonanusantara.co.id, mencapai 80% dari total omzet,
sedangkan sisanya datang dari transaksi di rumah produksi Warung Mpok Nini di
Jalan Belanak 2 Ujung, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kota Bekasi.
“Ibu saya, Ibu Rohani, dipanggil
Mpok Nini, sebelumnya berbisnis secara konvensional di depan halaman rumah
setiap hari selepas subuh sampai sekitar pukul delapan pagi. Ia berjualan kue
basah dan kering di meja sederhana bersama nasi uduk. Dari usaha ini, ibu
membantu ekonomi keluarga, membiayai sekolah anak,“ kata Deni Ardini, 25, putra
sulung Rohani yang kini menjadi mitra sang ibu bergerilya di internet.
Modal ilmu di jurusan teknologi
informasi yang ditempuh Deni kemudian dikolaborasikan dengan kreativitas Mpok
Nini. “Kini, jagoan kami adalah akar kelapa, yang setiap hari diproduksi 10 kg,
kembang goyang 5 kg, biji ketapang 10 kg, telur gabus keju 5 kg, dodol Betawi
serta bir pletok. Ada juga paket oleh-oleh dengan kardus cantik. Total omzet
kami, Rp15 hingga Rp30 juta per bulan, di luar Ramadhan,“ kata Deni.
Inovasi itu efektif mendongkrak roda
bisnis. Kini jumlah karyawan yang memproduksi sebanyak tiga orang, mereka tetangga
dan kerabat Mpok Nini di sekitar Kayuringin.
Geliat Mpok Nini di jalur internet
yang diikuti kualitas produksi itu kemudian memacu peluang berikutnya. Situs
penjualan pesonanusantara.co.id yang dioperasikan perusahaan jasa titipan dan
logistik JNE.“Kami dihubungi pihak JNE, diberi formulir pendaftaran yang harus
diisi. Mereka kemudian meminta sample, kami kirim dan kini Mpok Nini menjadi
mitra Pesona Nusantara.Hasilnya, kami mendapat ke naikan omzet,“ kata Deni yang
menargetkan, Warung Mpok Nini menjadi referensi utama penjual makanan khas
betawi, termasuk untuk oleh-oleh.
Agar pergerakan itu kian optimal,
Deni mengaku tengah membenahi kemasan, agar lebih cantik serta meningkatkan
kualitas produksi.
“Branding kami, Mpok Nini sebagai
pusat oleh-oleh khas Bekasi. Sejauh ini, upaya branding itu telah cukup
berhasil.Namun, seiring berjalannya waktu, kini kami lebih menekankan Betawi
karena peluang kami di daerah Jakarta, Depok, Tangerang yang juga tidak punya
kekhasan oleh-oleh apalagi Jakarta. Terlebih, makanan daerah-daerah itu sama,“
kata Deni yang menegaskan, bisnis daring terbilang mudah dirintis tetapi
berhadapan dengan tantangan mempertahankan kepercayaan dan citra.
Makanan penanda kota
Pesona sendiri yang digadang-gadang
berkontribusi memperkenalkan produk lokal daerah menjadi skala nasional
sekaligus meningkatkan daya saing pelaku usaha mikro, menengah, dan koperasi di
sektor industri makanan. Fokusnya, makanan-makanan khas yang menjadi penanda
kota-kota di penjuru negeri.
Pengiriman contoh produk seperti
yang dilakukan Warung Mpok Nini merupakan bagian dari proses seleksi kelayakan
dan uji coba, sehingga produk itu aman dikonsumsi pelanggan. Bila makanan yang
diinginkan tidak masuk dalam daftar, terdapat layanan Suka-Suka, pelanggan
menentukan pilihan makanan, data lokasi, jenis, dan jumlahnya.
Tentu saja, penyesuaian harga akan
terjadi, terkait tarif jasa pengirimannya.
Pengusaha mikro dan menengah jadi
produsennya, dunia daring yang jadi medium dan perusahaan jasa pengiriman yang
mengantarkannya ke pelosok negeri.
Sumber : http://www.gobetawi.com/2014/12/kisah-sukses-pengusaha-makanan-khas.html

Tidak ada komentar:
Write komentar