Anda
yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya, tentu, tidak asing lagi dengan sajian
kuliner yang satu ini: soto betawi. Penjual makanan khas tanah kelahiran Si
Pitung ini di Ibukota sudah pasti banyak.
Tapi,
pedagang yang menjajakan soto betawi dengan rasa yang betul-betul mantap tidak
banyak. Nah, salah satu kedai yang menyajikan soto betawi dengan cita rasa
spesial adalah Soto Betawi Haji Husen.
Penasaran?
Yuk, mampir ke kedai yang ada di daerah Manggarai, Jakarta Selatan ini. Letak
persisnya di Jalan Padang Panjang atau setelah pom bensin Minangkabau kalau
Anda datang dari arah Pasar Rumput menuju Pancoran.
Tanda
Anda sudah dekat dengan Soto Betawi Haji Husen adalah kemacetan selepas stasiun
pengisian bahan bakar umum (SPBU). Penyebab kemacetan, tak lain dan tak bukan
adalah mobil pengunjung kedai yang diparkir di sisi kanan Jalan Padang Panjang.
Kedai
yang didirikan Husen sejak 1988 silam ini memang kondang. Warung makan ini
selalu ramai pengunjung. Apalagi, saat jam makan siang, orang yang datang bisa
membeludak. Karena tak ada lahan parkir, mobil para pengunjung pun terpaksa
berderet di pinggir jalan.
Ruangan
kedai nan sederhana ini pun kadang tak sanggup menampung pengunjung yang ingin
mencicip soto betawi racikan Husen. Padahal, sejatinya, kapasitasnya cukup
besar, yakni sampai 70 orang. Karena itu, tidak jarang, pembeli harus rela
berdiri di luar kedai menunggu kursi kosong. Beberapa pengunjung malah harus
mengurungkan niat mereka menikmati soto betawi lantaran enggan mengantre
terlalu lama.
Kalau
Anda tidak mau masuk dalam barisan antrean, jangan coba-coba datang saat jam
makan siang. Sebaiknya Anda datang lebih awal. Namun, jangan pula singgah
selepas jam makan siang. Maklum, walau buka dari jam tujuh pagi dan tutup pukul
lima sore, Soto Betawi Haji Husen terkadang sudah ludes tak bersisa ketika
jarum jam baru menunjukkan pukul dua siang. Oh, iya, kedai ini selalu tutup
setiap hari Jumat.
Penampilan
kedai seluas sekitar 20 meter persegi yang menggunakan dinding bernuansa warna
kuning itu sederhana saja. Tersedia delapan meja panjang yang dilengkapi
masing-masing dua kursi kayu panjang. Tak ada pendingin udara kecuali beberapa
kipas angin yang menempel di tembok untuk mengusir hawa panas.
Kalau
sudah memperoleh tempat duduk, segera saja pesan soto betawi yang Anda
inginkan. Ada beberapa pilihan menu: soto daging, soto paru, atau soto campur
yang berisi daging dan aneka jeroan. Bila ingin porsi lebih besar, Anda bisa
memesan menu soto istimewa. Porsinya 1,5 kali lebih banyak ketimbang soto biasa.
Enggak
pakai lama, semangkuk soto betawi bakal segera terhidang di meja Anda. Kuah
soto berwarna kuning kecokelatan itu tampak menggoda selera. Di atasnya,
taburan daun bawang dan emping melinjo makin menambah nafsu makan Sebelum
menyantap, Anda bisa menambahkan kecap, perasan jeruk limau, sambal, atau acar
sesuai selera.
Setelah
mengaduk menjadi satu, cobalah cicipi sesendok kuah soto. Segera saja, rasa
gurih bercampur sedikit manis bakal menerpa lidah Anda. Rasanya sungguh nikmat
saat kuah bercampur irisan daun bawang itu sampai di mulut dan menerjang
kerongkongan Anda. Terasa legit, namun tidak enek.
Sekarang,
giliran mencomot daging yang tenggelam di dalam kuah soto. Begitu sampai di
lidah, rasa gurih pun bakal mendominasi. Cobalah menggigitnya. Permukaan daging
cukup kering dan terasa renyah. Tetapi, begitu lembut saat sampai di gigi.
Mulut Anda tidak akan capai mengunyah. Rasanya begitu gurih. Mantap! Keringat
pun bakal segera mengucur. “Keringat itu seninya makan soto,” kata Husen.
Sejatinya,
Husen mengatakan, tak ada yang istimewa pada racikan soto betawi yang ia
sajikan. Menurutnya, semua orang Betawi bisa meracik soto betawi seperti yang
dia bikin. Yang jelas, supaya soto tidak menimbulkan enek, Husen memakai
campuran santan dan susu. Perbandingannya, 60 butir kelapa dengan 2 kilogram
susu bubuk untuk sajian sehari.
Untuk
menghasilkan daging nan empuk dan gurih, Husen merebusnya dengan tambahan
kecap, asam, dan garam. Setelah empuk, daging digoreng supaya permukaan daging
kering dan terasa renyah serta warnanya tidak tampak pucat.
Harga
Soto Betawi Haji Husen cukup bersahabat dengan kantong. Seporsi soto daging
atau soto paru hanya Rp 16.000. Harga soto campur hanya Rp 15.000. Sedang harga
satu porsi soto istimewa Rp 22.000. Tidak terlalu mahal, kan, untuk bisa
menikmati soto betawi nan sedap? Jadi, buruan mampir.
Sumber : http://kisahsukses818.blogspot.co.id/2013/02/soto-betawi-ramai-pengunjung.html

Tidak ada komentar:
Write komentar